Yayasan Jungpara
Jepara Kentrung Center dan Program RTLH untuk Mbah Parmo segera Direalisasikan
Yayasan Jungpara Menjaga Seni Kentrung Tetap Eksis di Era Modern dan Globalisasi, dicintai Gen Z dan Gen Alpha serta Pelajar Jepara.
.jpg)
JEPARANEWS | JEPARA - Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Seni Kentrung secara resmi dikukuhkan menjadi salah satu mata lomba Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Lokal atau Tingkat Kabupaten Jepara oleh Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar atau Gus Hajar di Pendapa RA Kartini Jepara, Sabtu malam (20/06/2026).
.jpg)
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Propinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Ali Hidayat,serta sosok maestro kesenian Kentrung Jepara, Mbah Parmo, Ketua Yayasan Jaringan Budaya untuk Perkembangan Jepara (Jungpara), Sarjono, Joharta Adi Putra, perwakilan Forkopimda, Disdikpora Jepara, perwakilan OPD Pemkab Jepara, Camat, Koordinator Satkordikcam, Kepala-kepala Sekolah, Guru-guru, dukungan dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), Dana Indonesiana atau Dana Indonesiaraya, Kementerian Kebudayaan RI, Sahabat Lestari, orang tua siswa, seniman, budayawan, masyarakat penggiat seni dan budaya, berbagai komunitas dan sanggar budaya dari berbagai wilayah serta tamu undangan.
.jpg)
Acara malam anugerah juara lomba Kentrung dan pengukuhan Kentrung sebagai mata lomba FTBI juga diramaikan hiburan dan pertunjukan seni tradisional seperti angklung, tari gambyong, kentrung anak-anak Ken Kids, Kentrung oleh Sang Maestro Mbah Parmo, dan pentas Kentrung Milenial KEN PALMAN,.
.jpg)
Acara juga dibarengi dengan penyerahan hadiah kejuaraan Lomba Kentrung Pelajar Jepara 2026 dan Workshop Kentrung oleh Yayasan Jungpara kepada guru-guru sebanyak 702 orang peserta dari SD dan SMP di wilayah Kabupaten Jepara pada Januari - April 2026 lalu, upaya pelestarian seni Kentrung dan penyelenggaraan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Gus Hajar.
“Dengan telah dilakukannya workshop yang dilanjutkan dengan ajang Lomba Kentrung Pelajar 2026 ini, membuktikan bahwa pada hari ini, Kentrung Jepara benar-benar telah masuk ke dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah di Jepara," kata Gus Hajar.
.jpg)
Sementara dalam kesempatan yang sama, Dwi Laily Sukmawati, mendukung penuh inisiatif Pemda Jepara untuk menambahkan Kentrung sebagai mata lomba pada FTBI, dan akan dijadikan contoh untuk Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah dan akan mengundang pementasan Kentrung dari Jepara untuk bermain di Final FTBI Jawa Tengah bulan Oktober mendatang
.jpg)
Ketua Yayasan Jungpara, Sarjono mengucapkan terimakasih kepada anak-anak kentrungers-kentrungers muda serta mengapresiasi peran Pemkab Jepara dan pihak-pihak lainnya seperti Disdikpora Jepara, Disparbud Jepara, Satkordikcam, Guru-guru pembimbing dalam upaya pelestarian seni Kentrung serta menyampaikan berbagai hal tentang seni Kentrung di Jepara.
.jpg)
"Oleh karenanya pasca pelatihan dan lomba kentrung pelajar yang di selenggarakan Disparbud, pada tahun 2025, sekali lagi kami membuka kelas pelatihan yang kali ini dengan sasaran anak-anak Gen Zi dan Gen Alpha. Kelas ini kami namakan Sekolah Rakyat Kentrung Jepara," ungkap Sarjono.
Sarjono juga menambahkan tentang regenerasi Kentrung melalui jalur pendidikan formal, dalam bentuk pemberian Workshop Kentrung kepada guru-guru SD dan SMP se-Kabupaten Jepara. "Setelah rangkaian workshop selesai, di bulan Mei dilanjutkan Lomba Kentrung Pelajar 2026 dengan diikuti oleh peserta sebanyak 73 sekolah. 10% dari peserta workshop mengikutkan siswanya sebagai peserta lomba sesuai prediksi kami," tambahnya.
"Namun kami berharap, kedepannya Pemkab Jepara bisa memfasilitasi dan menyediakan gedung atau ruang Jepara Kentrung Center dan rencana program RTLH atau bedah rumah untuk kediaman Maestro Kentrung Jepara, Mbah Parmo segera direalisasikan," harapnya.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : Yayasan Jungpara