RSUD Kartini Memasuki Era Blusukan, Hadi Sarwoko Turun Langsung Pantau Pelayanan Pasien
Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, Hadi Sarwoko, SKM., S.Kep., Ns., M.MKes., M.M., Senin (19/10/2026).
JEPARA | JEPARANEWS – Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara, Hadi Sarwoko, SKM., S.Kep., Ns., M.MKes., M.M., mulai menunjukkan pendekatan kepemimpinan dengan turun langsung ke ruang pelayanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus melihat secara langsung kondisi pelayanan yang diterima masyarakat.

Hadi Sarwoko resmi dilantik sebagai Direktur RSUD R.A. Kartini Jepara oleh Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, S.E., M.M., pada Kamis (4/9/2025). Sejak memimpin rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, ia diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pada Senin (19/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB, setelah menyelesaikan rutinitas apel pagi bersama jajaran pegawai, Hadi Sarwoko langsung melakukan blusukan ke sejumlah ruang poliklinik di lingkungan RSUD R.A. Kartini Jepara.
Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Musthakim, S.E., M.Si., selaku Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan, bersama Ibu Piah.
Kunjungan itu menjadi kesempatan bagi pimpinan rumah sakit untuk melihat lebih dekat aktivitas pelayanan rawat jalan, mulai dari alur kedatangan pasien, proses pemeriksaan, hingga pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis dan petugas pendukung.
Instalasi Rawat Jalan RSUD R.A. Kartini Jepara memberikan berbagai layanan kesehatan, meliputi observasi, pemeriksaan dan diagnosis, pengobatan, serta rehabilitasi medik melalui berbagai klinik spesialis dan poliklinik lainnya.
Blusukan, Mendekatkan Pimpinan dengan Pasien
Langkah turun langsung ke ruang pelayanan merupakan salah satu pendekatan penting dalam kepemimpinan rumah sakit. Melalui kunjungan lapangan, pimpinan dapat memperoleh gambaran lebih dekat mengenai dinamika pelayanan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian.
Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan dokter, perawat, obat-obatan, dan fasilitas medis. Lebih dari itu, kenyamanan pasien, kejelasan informasi, kecepatan pelayanan, kebersihan lingkungan, serta sikap petugas dalam melayani masyarakat juga menjadi bagian penting dari kualitas layanan rumah sakit.
Karena itu, blusukan yang dilakukan Hadi Sarwoko dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pasien, keluarga pasien, dan tenaga pelayanan di lapangan.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi budaya evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
Dengan melihat kondisi secara langsung, pimpinan rumah sakit memiliki kesempatan untuk mengetahui persoalan yang dihadapi petugas maupun pasien, sehingga tindak lanjut dapat dirumuskan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Direktur RSUD Bukan Sekadar Pemimpin Administrasi
Memimpin rumah sakit daerah merupakan tanggung jawab besar yang mencakup aspek pelayanan kesehatan, operasional, sumber daya manusia, keuangan, hingga pengendalian mutu.
Direktur RSUD memiliki peran strategis dalam memimpin, mengendalikan, dan mengoordinasikan penyelenggaraan pelayanan medis, keperawatan, pelayanan penunjang, serta administrasi rumah sakit sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
Selain itu, direktur juga berperan dalam merumuskan kebijakan teknis dan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mengembangkan kapasitas rumah sakit dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam koordinasi pemerintahan daerah, kinerja rumah sakit juga perlu dipertanggungjawabkan melalui mekanisme pelaporan kepada pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk koordinasi dengan Bupati Jepara melalui perangkat daerah yang membidangi kesehatan.
Tata Kelola Keuangan Harus Transparan dan Akuntabel
Sebagai rumah sakit yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan.
Direktur bersama jajaran terkait perlu memastikan perencanaan dan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan, kebutuhan pelayanan, serta prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Hal tersebut mencakup penyusunan dokumen perencanaan strategis bisnis (RSB), Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), pola tata kelola, serta pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai regulasi yang berlaku.
Pengelolaan pendapatan dan belanja juga perlu diarahkan untuk mendukung ketersediaan fasilitas, obat-obatan, peralatan medis, pemeliharaan sarana prasarana, serta kebutuhan operasional rumah sakit.
Di sisi lain, pelaporan keuangan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan rumah sakit milik pemerintah daerah.
Penguatan SDM dan Profesionalisme Tenaga Kesehatan
Kualitas pelayanan rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia yang menjalankannya.
Karena itu, pengelolaan pegawai, pembinaan, penilaian kinerja, pengembangan kompetensi, serta pemberian remunerasi sesuai ketentuan dan capaian kinerja menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan.
Tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan lainnya, dan pegawai nonmedis perlu memperoleh dukungan pengembangan kapasitas agar mampu bekerja secara profesional, disiplin, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Sinergi antarbagian juga diperlukan agar pelayanan berjalan efektif, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, tindakan medis, pelayanan penunjang, hingga penyelesaian administrasi pasien.
Keselamatan Pasien Menjadi Prioritas
Selain aspek administrasi dan manajemen, pengendalian mutu dan risiko merupakan tanggung jawab penting dalam penyelenggaraan rumah sakit.
Penerapan standar operasional prosedur (SOP), pengawasan terhadap keselamatan pasien (patient safety), evaluasi mutu pelayanan, serta audit internal secara berkala diperlukan untuk mencegah kesalahan dan meminimalkan risiko dalam pelayanan kesehatan.
Kepuasan masyarakat juga perlu menjadi salah satu indikator evaluasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien, mutu klinis, etika profesi, dan kepatuhan terhadap standar pelayanan.
Melalui pengawasan langsung dan evaluasi yang berkelanjutan, berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat ditindaklanjuti secara terukur dan tepat sasaran.
Era Blusukan, Menanti Hasil Nyata
Langkah Hadi Sarwoko menyambangi sejumlah poliklinik menjadi gambaran pendekatan kepemimpinan yang berupaya mendekatkan manajemen dengan aktivitas pelayanan sehari-hari.
Namun, keberhasilan pendekatan tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa sering pimpinan turun ke lapangan, melainkan dari tindak lanjut yang dihasilkan, perbaikan sistem pelayanan, kedisiplinan petugas, serta meningkatnya mutu dan kepuasan masyarakat.
Publik tentu berharap RSUD R.A. Kartini Jepara terus berbenah menjadi rumah sakit yang profesional, responsif, transparan, dan mengutamakan keselamatan pasien.
Dengan kepemimpinan yang terbuka terhadap evaluasi, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh jajaran, era blusukan diharapkan menjadi pintu masuk bagi perubahan yang nyata dan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan masyarakat Jepara.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : RSUD Kartini Jepara