Sukambali: Langkah Perdamaian Diharapkan Terwujud
Dalam Peristiwa Tawuran di Desa Kecapi yang Berawal dari Kesalahpahaman
Sukambali: Langkah Perdamaian Diharapkan Terwujud dalam Peristiwa Tawuran di Desa Kecapi yang Berawal dari Kesalahpahaman, Minggu (07/02/2026).
JEPARANEWS | JEPARA - Ferry Aji Prasetyo (Ferry) warga RT 18 RW 03, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan didampingi oleh Imam Mustaqhfirin (Firin) warga RT 02 RW 02 Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Minggu (08/02/2026) kepada awak media menyampaikan tentang tawuran yang bermula adanya kesalahpahaman antar warga Desa Kecapi yang berujung tawuran yang terjadi pada hari Minggu malam sekira pukul 23.00 WIB di TKP wilayah RT 19 RW 03, Dukuh Kaligede, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dan melibatkan beberapa warga.
Kronologis kejadian
Peristiwa yang berawal dari kesalahpahaman ini terjadi ketika beberapa pemuda dari Desa Lebak dan satu warga asal Kelurahan Kauman bertemu dengan beberapa warga dari wilayah RT 16,17 dan 18 sekitar TKP atau tempat kejadian perkara.
Pada saat kedua belah pihak bertemu, muncullah kesalahpahaman dan terjadilah pertikaian oleh kedua kelompok tersebut, lalu terjadilah saling serang, sehingga muncul tawuran. Menurut Ferry Aji Prasetyo warga RT 18 RW 03, Desa Kecapi, kepada awak media menjelaskan bahwa pemicu peristiwa ini dikarenakan ulah seorang warga berinisial S warga RT 16 yang marah kepada rombongan Ferry Aji Prasetyo, lalu muncul seseorang berinisial B warga RT 18 yang langsung membuka kaos dan menantang rombongan Ferry Aji Prasetyo.
Ferry Aji Prasetyo (Ferry) menceritakan awalnya Ia mengajak seseorang bernama Viko warga RT 18 RW 03 (keponakan Ferry Aji Prasetyo) untuk mengantarkan ke rumah seseorang bernama Dimas. Lalu keduanya berhenti di pertigaan Dukuh Kaligede menunggu Ivan adik kandung Ferry di depan warung nasi goreng di Dukuh Kaligede. Lalu tiba-tiba ada seorang warga sekitar menuduh dan salah paham kalau Ferry Aji Prasetyo akan memukul Viko, padahal Dia tidak bermaksud seperti yang dituduhkan oleh orang tersebut. Lalu dua orang berinisial S dan B warga Dukuh Kaligede menggertak sambil berteriak kepada Ferry Aji Prasetyo. Spontan Ferry Aji Prasetyo berdiri dari tempat duduknya, lalu mereka berkelahi dan Ferry Aji Prasetyo dipukul kepalanya oleh orang berinisial A dari arah belakang menggunakan kunci kontak motornya.
Lalu, spontan Ivan Fernanda DP (adik Ferry Aji Prasetyo) melakukan perlawanan karena melihat Ferry Aji Prasetyo atau kakaknya dipukul. Setelah kejadian perkelahian itu mereka sempat berhenti berkelahi. Singkat cerita, ketika Rofiatun ibu kandung Ferry Aji Prasetyo mengajak anaknya itu untuk pulang, tiba-tiba ada beberapa warga sekitar datang langsung melakukan pemukulan kepada Bobi Tri Agustiyansyah dan menjambak rambut Rofiatun sehingga Ferry Aji Prasetyo dan adiknya serta temannya memberontak dan spontan melakukan perlawanan.
"Pada saat kejadian Ibu saya Rofiatun mengalami tindak kekerasan, sehingga saya sebagai anak kandungnya spontan membela diri," kata Ferry.
Menurut Ferry Aji Prasetyo pada saat kejadian di TKP dia bersama adik kandungnya bernama Bobi Tri Agustiyansyah dan 5 (lima) orang lainnya. Pada saat kejadian dia hanya duduk diatas sepeda motor. Lalu datang beberapa warga Dukuh Kaligede melakukan aksi kekerasan, sehingga Ferry Aji Prasetyo bersama adiknya dan teman-temannya melakukan tindakan pembalasan. Akhirnya jatuh korban 7 (tujuh) orang dari pihak rombongan Ferry Aji Prasetyo.
Selanjutnya, ketujuh korban melakukan proses pemeriksaan medis pada hari Selasa, (03/02/2026) yaitu Ferry, Ivan Fernanda DP, dan M. Dwi Aditya M., menjalani pemeriksaan medis dan visum di UPTD Puskesmas Pakis Aji.
Rabu, (04/02/2026) 4 (empat) korban berikutnya yaitu Dika Agus Priyadi (Kelurahan Kauman), Yoga Indramawan RT 07 RW 01 Desa Lebak, Rofiatun (Ibu kandung Ferry Aji Prasetyo) RT 02 RW 02 Desa Lebak dan Bobi Tri Agustiyansyah RT 02 RW 02 Desa Lebak (adik kandung Ferry Aji Prasetyo) keempatnya menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Graha Husada.
Rofiatun ibu kandung Ferry Aji Prasetyo mengalami luka ringan akibat pukulan pada saat kejadian tawuran.
Sementara berdasarkan informasi pada saat mediasi Jum'at (06/02/2026) di Baldes Kecapi, muncul keterangan oleh salah satu peserta mediasi bahwa warga berinisial S warga RT 16 yang menjadi pemicu pertikaian justru sembunyi dan menghilang ketika terjadi keributan. Keributan ini melibatkan 7 (tujuh) orang dan beberapa warga dari Dukuh Kaligede.
Ferry Aji Prasetyo, memberikan keterangan kalau dia warga desa RT 18 RW 03, Dukuh Kaligede, Desa Kecapi. "Masak sesama warga Dukuh Kaligede saya akan melakukan tindak kekerasan atau menggeruduk tetangga saya sendiri," katanya.
Klarifikasi
Klarifikasi kepada awak media lewat pesan WhatsApp, Minggu (08/02/2026) di nomor +62 812-2842-5XXX oleh Murwandim warga RT 17 RW 03, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Murwandim menyampaikan bahwa:
1. Kejadian bukan karena efek domino tontonan orkes.
2. Diduga Ferry Aji Prasetyo dan orang Desa Lebak sebelumnya mencari anak bernama Danu untuk melampiaskan dendam sampai ke rumah-rumah.
3. Danu kemudian ditemukan di tempat warung nasi goreng dan disembunyikan.
4. Lalu pelaku dan teman-temannya membuat onar dan memancing reaksi 2 (dua) warga Desa Kecapi termasuk Angga warga RT 17 RW 03, Desa Kecapi sedangkan Ferry Aji Prasetyo dkk berjumlah kurang lebih 10 (sepuluh) orang.
Akibat peristiwa ini baik Ferry Aji Prasetyo dan Murwandim, keduanya warga Desa Kecapi pada hari yang sama saling mengadukan peristiwa ini ke Polres Jepara. Ferry Aji Prasetyo, Selasa (03/02/2026) melapor ke Polres Jepara atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dengan STTLP atau surat tanda terima laporan pengaduan no. STPLP/96/II/2026/Reskrim dengan Terduga Terlapor/Teradu, berinisial A, dan kawan-kawan (Dkk).
Murwandim (47 tahun) warga RT 17 RW 03, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Selasa (03/02/2026) juga melapor ke Polres Jepara atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dengan STTLP atau surat tanda terima laporan pengaduan no. STPLP/92/II/2026/Reskrim dengan Terduga Terlapor/Teradu, berinisial FAP dan kawan-kawan (Dkk).
Pasca kejadian, Sukambali Petinggi atau Kepala Desa (Kades) menggelar mediasi atau musyawarah antar para pihak pada Jum'at siang (06/02/2026) di Baldes Kecapi. "Saya berharap persoalan antar warga Desa Kecapi bisa diselesaikan melalui proses mediasi di desa dengan melibatkan pihak-pihak terkait dan pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Kecapi sebagai 3 pilar desa. Dan persoalan bisa selesai dengan baik dan tidak merugikan semua pihak yang terlibat," pungkas Sukambali saat bertemu awak media.
Usai kejadian Sukambali Petinggi Desa Kecapi pukul 23.30 WIB ditelpon Ibu Sulastri istri Ketua RT 19 RW 03 untuk mendatangi TKP bersama Kamituwo 2 Ngatno dan Ketua RT 19.
"Setelah adanya laporan itu, saya mengontak Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Kecapi, namun pada saat itu nomor keduanya kebetulan tidak aktif. Pada saat itu di TKP masih banyak warga bergerombol namun orang-orang yang berkelahi tidak berada di tempat," info Sukambali.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : -