Gebyar Muharam, BAZNAS Bersama Pemkab dan Satkordikcam Santuni 827 Yatim di 3 Lokasi
Gebyar Muharam, BAZNAS Bersama Pemkab dan Satkordikcam Santuni 827 Yatim di 3 Lokasi, Jum'at (26/02026).
JEPARA | JEPARANEWS - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara dan Satuan Koordinator Pendidikan Kecamatan (Satkordikcam) menggelar kegiatan Gebyar Muharam, Jumat (26/6/2026).
Dalam aksi ini, sebanyak 827 anak yatim piatu yang tersebar di lima kecamatan menerima santunan secara serentak di tiga lokasi berbeda.
Penyaluran santunan tersebut dibagi menjadi tiga titik utama guna menjangkau seluruh penerima manfaat secara efektif. Sebanyak 357 anak menerima santunan di Pendapa Kabupaten Jepara, 250 anak di Gedung KPRI Batealit, dan 220 anak lainnya di Gedung PGRI Bangsri. Ratusan anak yatim tersebut berasal dari sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Jepara, Tahunan, Batealit, Bangsri, dan Kembang.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, Asisten I Sekda Diyar Susanto, Kepala Disdikpora Ratib Zaini, Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara M. Nasrullah Huda beserta jajaran wakil ketua, serta para pimpinan perangkat daerah terkait.
Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda, menyampaikan bahwa program Gebyar Muharam ini merupakan bentuk akuntabilitas kemanfaatan dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzakki di Kabupaten Jepara, termasuk para ASN melalui kerja sama dengan Satkordikcam.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki dan seluruh pihak yang telah memercayakan zarkatnya melalui BAZNAS. Santunan ini bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan wujud kehadiran kita bersama untuk memastikan anak-anak yatim kita tidak merasa sendiri. Kami ingin mereka tetap semangat belajar dan menatap masa depan," ujar Gus Huda.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan bahwa momentum bulan Muharam merupakan pengingat penting bahwa kehidupan tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki seseorang, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
"Memuliakan dan menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritualnya, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang," ujar Witiarso.
Witiarso juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada BAZNAS yang secara konsisten menghadirkan berbagai program kemanusiaan. Menurutnya, santunan kepada 827 anak ini menjadi bukti nyata hadirnya kepedulian masyarakat untuk menguatkan masa depan generasi penerus di Bumi Kartini.
Melihat besarnya manfaat program ini, Witiarso menegaskan bahwa santunan bagi anak yatim ke depan akan dijadikan sebagai agenda rutin Pemkab Jepara bersama BAZNAS yang dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun.
"Kita sepakat kegiatan ini akan dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yaitu saat 10 Muharam, bulan puasa (Ramadan), dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di Kabupaten Jepara," tuturnya.
Bupati menambahkan, saat ini jumlah anak yatim dan piatu di Kabupaten Jepara secara keseluruhan mencapai sekitar 2.000 anak. Pemkab Jepara bersama BAZNAS berkomitmen penuh untuk terus memperluas sinergi agar seluruh anak yatim di Jepara secara bertahap bisa mendapatkan perhatian dan bantuan yang merata.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : BAZNAS Jepara