Anggota sekaligus Nasabah KSP BMT Artha Mulia Kembang Tuntut Simpanan Uangnya Dikembalikan
Kantor BMT Artha Mulia di Jl. Pasar Kembang No. 9, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

JEPARA | JEPARANEWS - Awak media, Rabu (15/04/2026) bertemu dengan salah satu anggota KSP BMT Artha Mulia Kembang yang beralamat di Jl. Pasar Kembang No. 9, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan nomor Badan Hukum: 518/206/BH/XIV.10/III/2008.

Nasabah berinisial NH pemilik buku rekening no. 01.SMP.00XXX warga RT 04 RW 02 Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara melalui suaminya kepada awak media menginformasikan telah mengalami kerugian hampir satu tahun ini karena uang simpanannya di KSP BMT Artha Mulia Kembang belum bisa diambil atau ditarik dari rekeningnya. Nasabah tersebut memberikan dokumen buku rekening yang tertera nominal sejumlah jutaan rupiah.
Menurut suami NH mengatakan kalau salah satu pengurus koperasi tersebut adalah Petinggi Desa Tubanan, Untung Pramono.
Kemudian awak media mencoba menelusuri informasi tersebut dan menanyakan kepada Untung Pramono yang membenarkan kalau dia adalah Ketua Pengurus KSP BMT Artha Mulia Kembang.
Untung Pramono, Rabu (15/04/2026) via chat WhatsApp di nomor +62 852-9239-1XXX dalam klarifikasinya dengan awak media tentang KSP BMT Artha Mulia Kembang, Ia menjawab kalau Muhammad Rifa'i adalah manajernya.
"Kalau terkait pengelolaan sepenuhnya kewenangan manajerial. Kami pengurus membantu untuk cari solusi agar koperasi segera menyelesaikan kewajibannya pada para nasabah," cetus Untung.
Untung menambahkan kalau saat ini koperasi fokus di penagihan untuk diberikan ke nasabah. "Macetnya sudah sejak manager lama, Harmanto yang dulu pernah jadi anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar," Tambahnya.
Untung Pramono menegaskan akan tetap saya kawal sampai tuntas Pak, agar hak nasabah segera tersampaikan. "Nyagerke (mengharapkan, Red.) pengelola saya tidak yakin, yang macet juga tidak respon. Maka saya cari yang terobosan lain untuk suntikan dana," tegasnya.
Salah satu warga Desa Jinggotan yang enggan disebutkan namanya mengatakan persoalan kredit macet di KSP BMT Artha Mulia Kembang sudah berlangsung lama sekitar hampir 2 tahun. "Saya dengar KSP BMT Artha Mulia dahulu juga pernah bermasalah dengan simpanan uang milik anggotanya. Bahkan pengurus pada waktu itu sempat mengganti dan mengembalikan uang nasabah dengan menjual aset pribadinya sampai miliaran rupiah," pungkasnya.
NH, Kamis (07/05/2026) kembali menanyakan kepada awak media apakah sudah berkomunikasi dengan Untung Pramono, namun hingga berita ini diterbitkan Untung Pramono yang menjanjikan pertemuan kepada awak media untuk klarifikasi terkait persoalan ini, sama sekali belum memberikan kabar.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : Untung Pramono