Roadshow Business Matching 2026, Buka Akses Pasar dan Perkuat Kemitraan UMKM
Roadshow Business Matching 2026, Buka Akses Pasar dan Perkuat Kemitraan UMKM, Kamis (24/09/2026).
JEPARA | JEPARANEWS - Roadshow Business Matching 2026 menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kemitraan antara pelaku usaha, UMKM, dan calon pembeli. Business matching mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra yang memiliki kebutuhan produk sesuai.
Skema ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang dapat berlanjut menjadi transaksi dan kemitraan usaha. Kegiatan ini diinisiasi Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerjasama dengan Export Center Surabaya (ECS) dan dilaksanakan secara daring.
Acara dilaksanakan di Ruang Rapat Sosrokartono dan dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Hj. Laila Saidah Witiarso Utomo yang diwakili Wakil Ketua Inez Hajar, serta diikuti sebanyak 30 Industri Kecil dan Menengah, binaan Dekranasda Kabupaten Jepara, Kamis (24/9/2026).
Dalam sambutannya, atas nama Dekranasda Kabupaten Jepara, Inez Hajar mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (P2IE)
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Export Center Surabaya (ECS), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara yang telah memberikan kesempatan kepada IKM Jepara untuk mendapatkan pembekalan terkait ekspor secara langsung.
Jepara memiliki modal kuat untuk berbicara di pasar global. Nilai ekspor Kabupaten Jepara pada tahun 2025 mencapai sekitar 9,53 triliun rupiah. Dari nilai tersebut, furnitur kayu menjadi salah satu penggerak
terbesar dengan nilai sekitar 3,29 triliun rupiah, setara dengan 34,5 persen dari keseluruhan ekspor Jepara.
Produk furnitur kayu Jepara juga telah menjangkau 114 negara tujuan ekspor. Angka ini menunjukkan bahwa produk Jepara memiliki pasar dan daya saing.
Tetapi bagi Dekranasda, capaian tersebut juga menjadi dorongan agar kesempatan masuk pasar global tidak hanya dimiliki oleh pelaku usaha yang sudah besar.
Dekranasda Kabupaten Jepara saat ini memiliki 90 IKM binaan, dan hari ini 30 IKM hadir mengikuti kegiatan ini.
"Saya berharap kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan masing-masing usaha, mulai dari legalitas, kualitas dan kapasitas produksi, kemasan, katalog, branding, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pasar yang dituju,"ucap Inez Hajar.
Dari 30 IKM yang mengikuti kegiatan ini, semoga semakin banyak yang mampu memenuhi standar ekspor, membuka akses pasar baru, dan membawa produk Jepara semakin dikenal di pasar internasional.
"Mari kita buktikan bahwa produk Jepara tidak hanya mampu bersaing di pasar global, tetapi juga terus berkembang dan memberi manfaat bagi pelaku usaha serta masyarakat yang berada di belakangnya,"jelasnya.
Ketua Tim Bidang Pengembangan Kelembagaan Provinsi Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor (P2IE) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Samuel Lobi Pasca mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus berkomitmen mendorong pelaku usaha UMKM agar naik kelas, agar menembus ekspor pasar global.
Menurutnya untuk menembus ekspor global diperlukan strategi memasuki pasar global, pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional, serta membuak akses menuju pasar internasional.
Informasi tersebut perlu diintegrasikan agar produk yang dihasilkan UMKM di Jawa Tengah dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di pasar global. (Diskominfo Jepara/STY)
Editor :Eko Mulyantoro
Source : Di