Menyambut Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-81
Lomba Macapat Bersama DPD MATRA Jepara dan LPK Vera Amora
Sumber foto ilustrasi dibuat dan dirancang oleh AI
JEPARA | JEPARANEWS - Setelah menjadi guest star dalam acara R-Lisa Off Air Dialog dan Musik bersama host Dinda Kirana di trotoar Jl. Pemuda, Jepara pada hari Sabtu malam (08/08/2026), DPD MATRA (Masyarakat Adat Nusantara) Kabupaten Jepara, pada hari Minggu (09/08/2026) berkolaborasi dengan LPK Vera Amora beralamat di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit mengelar kegiatan lomba Macapat dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 bertempat di Pizza Hut Jl. Pemuda, Kabupaten Jepara.
Macapat adalah bentuk puisi tradisional Jawa (tembang) yang terikat oleh aturan baku berupa guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu. Kesenian warisan seni adiluhung ini lazim melambangkan siklus perjalanan hidup manusia dari alam roh hingga kematian dengan aturan dasar (Paugeran) dan jenis-jenis tembang Macapat seperti Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmarandana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pocung.
Giat lomba Macapat ini bertujuan untuk memilih bibit-bibit unggul generasi muda pelestari seni menembang puisi tradisional Jawa, juga salah satu wujud komitmen untuk melestarikan seni budaya, adat-istiadat, dan tradisi budaya Nusantara yang adi luhung.
Para peserta yang hadir nampak antusias sejak Pukul 09.00 WIB - selesai. Para Juara Lomba Macapat Tahun 2026 yaitu Arina Dwi Ariyanto (11 tahun), Juara 2 Shankara Afandi Putra (6 tahun) asal Desa Kedungcino, RT 13 RW 05, dan Juara 3 dimenangkan oleh Lingga.
Kartini Ketua DPD MATRA Kabupaten Jepara mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," Terimakasih kepada LPK Vera Amora, manajemen Pizza Hut Jepara, KRT. Hendro Suryo Kartiko sebagai Pembina DPD MATRA Jepara juga sebagai pemilik Yayasan Marga Langit, Kanjeng Ngabai Surono dari Yayasan Jayaningrat, Kanjeng Sriyanto, jajaran pengurus DPD Matra Jepara, para peserta dan tamu undangan lainnya," kata Kartini yang akrab disapa Hani.
Marilah kita bersama-sama menjaga, merawat, melestarikan, dan mengedukasi gerakan cinta budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa, dengan segenap jiwa dan kepedulian.
Jangan sampai kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi jati diri bangsa kita punah atau hilang ditelan zaman. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus mengenalkan, mengajarkan, serta meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Mari kita jadikan budaya Nusantara sebagai warisan berharga yang terus hidup dan berkembang, agar anak cucu kita kelak tetap mengenal, mencintai, menghargai, dan bangga terhadap budaya bangsanya sendiri.
"Lestarikan budaya, jaga jati diri bangsa, dan wariskan kepada generasi mendatang," pungkas Hani.
Sementara salah satu tokoh yang hadir memberikan wejangan dan nasehat bahwa kita sebagai anak bangsa jangan mudah diadu domba. Mari kita jaga persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Jangan sampai perbedaan pendapat, pilihan, maupun kepentingan membuat kita saling bermusuhan. Berbeda bukan berarti harus terpecah. Bersatu bukan berarti harus sama.
Mari tetap menjunjung tinggi budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur Nusantara, khususnya budaya Jawa, dengan sikap saling menghormati dan menghargai.
Ojo gampang diadu domba. Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah.
Jaga persaudaraan, rawat kebersamaan, dan wariskan kerukunan kepada anak cucu kita.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : DPD Matra Jepara