Benny Hutapea Dewan Pembina PPSWN
Tunggu Gebrakan Abdul Kadir Karding di Barantin usai Dilantik oleh Presiden Prabowo
Benny Hutapea Dewan Pembina Dewan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN), Kamis (30/04/2026).
Jakarta | JEPARANEWS - Presiden Prabowo Subianto baru saja merombak atau me-reshuffle Kabinet Merah Putih untuk kelima kalinya sejak dilantik Oktober 2024. Presiden Prabowo Subianto juga melantik Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Ia menggantikan Sahat Manaor Panggabean yang menjabat sebagai Kepala Barantin sejak 2023.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama (JPTU) di Lingkungan Badan Karantina Indonesia.
Benny Hutapea, Dewan Pembina Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) sekaligus pelaku usaha Industri Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia kepada awak media, Kamis (30/04/2026) menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Abdul Kadir Karding. "Pergantian Kepala Badan Karantina yang sekarang dijabat oleh Abdul Kadir Kading, diharapkan dapat membangkitkan kembali integritas yang berpihak kepada pelaku usaha, khususnya pelaku usaha Industri Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia," harap Benny.
Benny berharap agar Kepala Badan Karantina yang baru dapat memberikan kepastian untuk memangkas regulasi akibat tumpang tindih kewenangan lintas sektor di kelembagaan pemerintahan. "Untuk menjalankan tugas itu, Kepala Barantin, kami harapkan bisa berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, hingga Bea Cukai," ujar Benny.
Benny Hutapea melalui makalah yang disusun terkait urgensi pembenahan Barantin yang disinyalir memberikan hambatan serius pada Industri Sarang Burung Walet (SBW) Indonesia. Pada makalahnya, Benny menyampaikan bahwa Barantin cenderung lemah dan tidak berdaya menghadapi tekanan Badan Bea Cukai Negara lain yang membatasi ekspor SBW Indonesia. Selain itu Barantin juga dinilai memiliki ego sektoral yang tinggi, tercermin dengan tidak optimalnya koordinasi dan diplomasi dalam memperjuangkan fasilitasi ekspor SBW.
Benny menulis bahwa praktek monopoli dalam internal kelembagaan sebagai penghambat sehingga nilai ekspor komoditas Sarang Burung Walet 5 (lima) tahun terakhir mengalami penurunan kuantitas dan nilai ekspor Lebih lanjut.
"Terdapat kehilangan potensi devisa negara yang sangat besar," cetus Benny.
"Hasil produksi Sarang Burung Walet Indonesia seharusnya memiliki daya tawar dan nilai jual yang tinggi di pasar dunia, karena di abad 17 di era Dinasti Ming, Tiongkok, hasil produksi sarang burung walet menjadi produk unggulan Indonesia. Karena 80% hasil budidaya sarang burung walet dunia dipasok dari Indonesia," tandasnya.
Ekspor Ilegal SBW
Benny juga memberikan kajian mengenai bentuk pengalihan ekspor juga berdampak pada peningkatan volume ekspor ilegal Sarang Burung Walet (SBW) yang mencapai sekitar 2.000 ton per tahun. "Ekspor ilegal SBW juga memberikan dampak kerugian terhadap pemasukan negara sebesar Rp 90 Triliun pertahun," tambah Benny.
Terkait dengan dominasi Barantin pada Sektor SBW dan lemahnya lintas koordinasi dengan Kementerian lain, Benny berharap Kepala Barantin yang baru dilantik, Abdul Kadir Karding, memberikan secercah harapan bahwa kedepannya Barantin akan mengedepankan koordinasi lintas sektoral. Harapan kedepan agar barantin sebagai "Alat Ekonomi dan Diplomasi" untuk mendukung perekonomian nasional.
Benny Hutapea mewakili suara keprihatinan dari "akar rumput" dan "arus bawah" yaitu para Petani SBW Indonesia yang merindukan perubahan dan kehadiran pemerintah untuk memperhatikan dan memajukan sektor SBW sebagai potensi pendapatan devisa negara.
Benny Hutapea menilai bahwa diplomasi yang dilakukan Barantin masih sangat lemah. Dengan ketegasan serta pengaruh Kepala Barantin yang baru, Benny optimis bahwa kedepan sektor SBW Indonesia akan semakin kuat dan berkontribusi pada perekonomian Indonesia.
Jadi pengangkatan Abdul Kadir Kading sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang baru diharapkan bisa meningkatkan nilai ekspor produk SBW. "Sehingga devisa negara dari sektor industri Sarang Burung Walet bisa melonjak," pungkas Benny.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : Benny Hutapea