Terinspirasi dengan Perjuangannya, Ketua DPRD Jepara sambangi Ustadz H Ahmad Nawawi di Kuta Bali
Terinspirasi dengan Perjuangannya, Ketua DPRD Jepara sambangi Ustadz H Ahmad Nawawi di Kuta Bali, Minggu (21/12/2025).
JEPARANEWS | BALI - Dalam kunjungan kerja di beberapa Kota dan Kabupaten di Bali, Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna, yang diundang oleh Komunitas Perantau Jepara Bali (KPJB) untuk ikut meresmikan Kantor Sekretariat KPJB di Denpasar Bali bersama Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik (PHP) Kabupaten Jepara, Samiaji serta Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Jepara, Anwar Sadat.
Selain menghadiri peresmian Kantor Sekretariat KPJB di Denpasar tersebut, Agus Sutisna didampingi ketua KPJB Ali Imron yang biasa disapa Mas Alek juga menyambangi salah satu tokoh muda Jepara yang sukses di Kuta Bali, beliau adalah H Ahmad Nawawi, yang lahir di Jepara 23 Mei 1974 alumni Pondok Pesantren Mamba'ul Hikmah Assyafi'iyyah, Desa Pendem Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara sejak 1988-1992 yang diasuh oleh KH Soleh Ya'kub MA.
Perbincangan hangat Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna bersama Ustadz Nawawi begitu biasa beliau di panggil, sambil menyantap hidangan khas Santri, Ustadz Nawawi yang memulai langkah perjuangannya di Pulau Dewata, pada tanggal 10 Februari 2005, bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1447 Hijriah, saat itu Ustadz Nawawi juga sedang mengabdi di MI Manba'ul Huda, Desa Pendem, namun karena kebutuhan ekonomi Ustadz Nawawi akhirnya memutuskan untuk meninggalkan kota ukir Jepara dan mengadu nasib di Bali.
Dengan memulai kerja sebagai tukang kayu yang menjadi keahlian turun temurun masyarakat Jepara dan dengan upah hanya Rp.35.000/ hari, Ustadz Nawawi secara tekun dan sabar menjalani kehidupan awal hijrahnya di Pulau Bali. Namun, karena Ustadz Nawawi memiliki tekad yang kuat, maka semua bisa dilalui dah hal ini menunjukan bahwa Ustadz Nawawi adalah figur anak muda yang ulet, rajin, pekerja keras, dan sederhana.
Ustadz Nawawi yang juga memiliki latar belakang santri kemudian bertemu dengan Ustadz Masyhudi Jamal dari Banyuwangi dan mengajak aktif untuk mengisi Khotbah Jum'at dan Imam Sholat Tarawih di beberapa Masjid di wilayah Kuta dan Denpasar dan juga di beri amanah untuk menjadi ketua Lembaga Dakwah NU Kabupaten Badung masa bakti 2024-2029, dan Ketua MT ( Majelis Ta'lim) Al Hikmah Kuta, inilah yang juga kemudian menjadikan Ustadz Nawawi menjadi figur yang cukup dikenal, baik di kalangan pengusaha, pemerintah daerah, TNI dan Polri serta masyarakat Kuta khususnya.
Dan pada tahun 2019 Ustadz Nawawi dipertemukan dengan Ibu Hj. Masrifah dan menikah pada tahun 2019. Karena Hj. Masrifah adalah seorang pedagang busana muslim yang cukup sukses di Kuta Bali, terlebih Kuta adalah pusat keramaian dan perbelanjaan yang tentu didominasi oleh orang-orang pribumi dan pengusaha-pengusaha yang sudah lama berdomisili di Kuta.
Singkat cerita, maka kemudian Ustadz Nawawi bersama Istri Beliau Hj. Masrifah memulai perjalanan mengabdi dan mencurahkan tenaga, pikiran bahkan harta benda untuk perjuangan dakwah islam dan mengembangkan usaha baik busana muslim dan industri meubel Jepara sebagai usaha yang keahliannya dibawa oleh Ustadz Nawawi.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : Agus Sutisna