Kontraktor Akan Melakukan Perbaikan
Pengerjaan dan Kualitas Aspal Jalan Kecapi–Bulungan Masih Menyisakan Masalah
Pengerjaan dan Kualitas Aspal Jalan Kecapi–Bulungan Masih Menyisakan Masalah dan Kontraktor Siap Perbaiki, Sabtu (10/02/2026).
JEPARANEWS | JEPARA - Proyek rehabilitasi Jalan Kecapi–Bulungan di Kabupaten Jepara yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara dinilai masih menyisakan persoalan, khususnya pada kualitas pekerjaan aspal.
Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp3.135.997.933,00 tersebut dikerjakan oleh CV Aksa Putra, berdasarkan data spse.inaproc.id beralamat di Desa Bategede, RT 01 RW 01, Kecamatan Batealit. Pekerjaan ini mencakup empat item utama, yaitu:
- Laston Lapis Aus (AC-WC) sebanyak 1.565,45 ton
- Laston Lapis Antara (AC-BC) sebanyak 37,11 ton
- Saluran berbentuk U tipe DS 2 sepanjang 188,4 meter
- Gorong-gorong ukuran 60 cm x 60 cm sepanjang 9 meter
Proyek tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Jepara Tahun Anggaran 2025 dan secara kalender pekerjaan dinyatakan selesai pada 27 Desember 2025. Namun, memasuki awal tahun 2026, kondisi aspal di beberapa titik jalan dilaporkan mengalami kerusakan. Aspal terlihat terkelupas bahkan berlubang, meskipun usia pekerjaan baru hitungan minggu.
Kamis (08/01/2026), salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi jalan kepada awak media menyampaikan bahwa hingga kini belum terlihat adanya perbaikan, baik dari pihak kontraktor maupun DPUPR Jepara.
“Jalan ini baru selesai, tapi aspalnya sudah mengelupas dan belum diperbaiki kembali oleh pemborongnya. Padahal sekarang musim hujan. Kalau tidak segera ditangani, lubang bisa melebar dan membahayakan pengendara motor. Apalagi jalan ini merupakan akses yang cukup vital,” ujarnya, seraya meminta namanya tidak dituliskan.
Warga tersebut menduga kerusakan terjadi akibat kualitas Aspal Concrete Wear Course (AC-WC) atau lapis aus yang kurang baik. Menurutnya, daya tahan aspal terlihat tidak optimal terhadap abrasi air hujan.
“Baru sekitar seminggu, tapi aspalnya sudah rusak. Bisa jadi kualitas AC-WC-nya kurang bagus atau komposisi material pada lapisan dasar Aspal Concrete Base Course (AC-BC) tidak sesuai. Akibatnya jalan cepat retak dan rusak,” jelasnya.
Sementara itu, terkait persoalan kualitas pekerjaan, proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahapan masa pemeliharaan (Warranty Period) sambil menunggu serah terima akhir atau Final Hand Over (FHO). Dalam ketentuan tersebut, kontraktor memiliki kewajiban untuk melakukan evaluasi serta perbaikan apabila ditemukan kerusakan.
Oleh karena itu, diharapkan pihak kontraktor segera melakukan perbaikan kualitas pekerjaan sesuai dengan ketentuan serah terima sementara (Provisional Hand Over/PHO) yang telah dilakukan kepada DPUPR Jepara, guna mencegah kerusakan yang lebih parah dan menjamin keselamatan pengguna jalan.
Klarifikasi pihak kontraktor
Sementara, Sabtu, (10/01/2026) pukul 13:33 WIB, awak media mengklarifikasi persoalan kualitas dan perbaikan aspal jalan tersebut melalui komunikasi via WhatsApp di nomor +62 858-7081-9XXX. Dan, oleh pihak kontraktor CV Aksa Putra dijelaskan bahwa untuk mengenai hal tersebut, selaku pihak kontraktor akan melakukan perbaikan pada aspal yang mengelupas. "Sudah konfirmasi juga pada pihak supplier aspal. Menunggu waktu, kondisi di lapangan dan ketersediaan aspal dari pihak supplier," jawabnya.
"Sudah ada alat aspal di lokasi, cuma kondisi cuaca belum memungkinkan," tambah Zaidan Agusty, ST yang tertera sebagai Direktur CV Aksa Putra.
Editor :Eko Mulyantoro
Source : CV Aksa Putra